Senin, 13 Juni 2011

Laporan pemeriksaan glukosa serum

                                                    Pemeriksaan glukosa serum
Tujuan : untuk mengetahui apakah seseorang mengalami hyperglikemik atau hypoglikemik
Prinsip :
Glukosa yang ada di dalam darah akan di oksidase oleh air menghasilkan asam glikonat dan hydrogen peroksida. Hydrogen peroksida akan di katalis oleh peroksidase dengan phenol dan 4-aminophenazone menghasilkan kompleks warna merah ungu dari quinoneimine yang setara dengan glukosa dalam darah.
Persamaan reaksi
Glucose + O2 + H2O    GOD     Gluconic acid + H2O2
2H2O2 + 4-aminophenazone + phenol    POD    quinoneimine + 4H2O
Landasan teori
Tes Glukosa pada pasien Diabetes Melitus (DM) ada 3
1)    Tes saring
Tujuan : untuk mendeteksi kasus DM sedini mungkin, sehingga dapat di cegah kemungkinan tejadinya komplikasi kronik
Indikasi
·         Usia dewasa tua (>45 tahun )
·         Kegemukan ( berat badan > 120 % BB ideal )
·         Tekanan darah tinggi ( >140/90 mmHg )
·         Riwayat keluarga DM
·         Riwayat kehamilan dengan berat badan bayi > 4 Kg
·         Displidemia ( HDL > 35 mg/dl atau trigliserida >250 mg/dl )
·         Pernah TGT ( toleransi glukosa terganggu ) atau GDPT (glukosa darah puasa terganggu )
TGT adalah suatu keadaan dimana kadar glukosa darah meningkat tetapi belum mencapai parameter untuk didiagnosis sebagai DM ( dimana kadar OGTT ≥140 mg/dl s/d ≤ 200 mg/dl dan kadar glukosa puasa (GDP) ≥110 mg/dl s/d ≤ 126 mg/dl )
2)    Tes diagnostic
Untuk memastikan diagnostis DM pada individu dengan keluhan klinis khas DM atau mereka yang terjaring pada tes saring
Indikasi
·         Polisuria ( banyak kencing )
·         Polidipsia ( banyak minum )
·         Polifagia ( banyak makan )
·         Lemah
·         Penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya
·         Tes saring untuk GDS, GDP menunjukkan indikasi DM
·         Tes urin glukosa/reduksi positif
·         Adanya indikasi pada OGTT ( oral glukosa toleransi test )

3)    Tes pengendalian
Tujuan : memantau keberhasilan pengobatan untuk mencegah terjadinya komplikasi kronik
Indikasi
·         DM
·         TGT
·         GDPT
o   Pada test saring

Metode :
·         Kolorimetri
·         Enzimatik kolorimetri : GOD-PAP
Pra analitik
·         Persiapan pasien dan sampel
o   GDS :
§  sampel di ambil sewaktu – waktu
o   GDP :
§   pasien di puasakan 12 – 18 jam sebelum tes. Pemberian obat di hentikan
o   GD2PP :
§  GDP, buka puasa ( 75 – 100 gr gula ) stelah 2 jam, darah di ambil
§  Pasien dianjurkan makan makanan yang mengandung 100 gram karbohidrat sebelum tes di lakukan.
o   OGTT
§  Selama 3 hari sebelum tes, pasien di anjurkan makan makanan yang mengandung karbohidrat seperti biasa, tidak merokok, tidak minum kopi/alcohol
§  Sebelum tes di lakukan pasien puasa selama 10-16 jam
§  Sebelum dan selama tes di lakukan tidak di perbolehkan olahraga dan minum obat
§  Boleh membaca buku tetapi tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan emosi
§  Awasi kemungkinan terjadinya hipoglikemi ( lemah, gelisah, keringatan, haus dan lapar )
·         Persiapan sampel
o   Pengambilan sampel sebaiknya pagi hari
o   Untuk tes saring sebaiknya dara vena
o   Serum tidak keruh
o   Tidak hemolisis
o   Jika menunda sampel di simpan sebaiknya di simpan pada suhu 4oC stabil selama 10 hari.
Analitik
·         Cara kerja

blanko
standar
sampel
reagen
1000 ul
1000 ul
1000 ul
standar
-
20 ul
-
sampel
-
-
20 ul

Campur dan inkubasi selama 10 menit pada suhu kamar, pembacaan pada panjang gelombang 540 nm

Perhitungan

C =100 x   mg/dl

C =5.55 x    mg/dl

Nilai normal
Pada  manual : whole blood : 70 – 100 mg/dl atau 3,9 – 5,6 mmol/L
                          Serum/plasma : 75 – 115 mg/dl atau 4,2 – 6,4 mmol/L

Tes
Bukan DM
indikasi DM
DM
GDS
·         vena
·         kapiler


<110
<90

110 – 199
90 – 199


≥200
≥200

GDP
·         vena
·         kapiler


<100
<90

110 – 125
90 – 109


≥126
≥110
GD2PP
·         vena
·         kapiler


<140
<120


140 – 200
120 – 200

>200
>200
OGTT
·         vena


<140

140 - 200

>200

Pasca Analitik
·         meningkat : Diabetes mellitus
·         menurun : factor keganasan : kanker hati, kanker beta pancreas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar