Pemeriksaan glukosa serum
Tujuan : untuk mengetahui apakah seseorang mengalami hyperglikemik atau hypoglikemik
Prinsip :
Glukosa yang ada di dalam darah akan di oksidase oleh air menghasilkan asam glikonat dan hydrogen peroksida. Hydrogen peroksida akan di katalis oleh peroksidase dengan phenol dan 4-aminophenazone menghasilkan kompleks warna merah ungu dari quinoneimine yang setara dengan glukosa dalam darah.
Persamaan reaksi
Landasan teori
Tes Glukosa pada pasien Diabetes Melitus (DM) ada 3
1) Tes saring
Tujuan : untuk mendeteksi kasus DM sedini mungkin, sehingga dapat di cegah kemungkinan tejadinya komplikasi kronik
Indikasi
· Usia dewasa tua (>45 tahun )
· Kegemukan ( berat badan > 120 % BB ideal )
· Tekanan darah tinggi ( >140/90 mmHg )
· Riwayat keluarga DM
· Riwayat kehamilan dengan berat badan bayi > 4 Kg
· Displidemia ( HDL > 35 mg/dl atau trigliserida >250 mg/dl )
· Pernah TGT ( toleransi glukosa terganggu ) atau GDPT (glukosa darah puasa terganggu )
TGT adalah suatu keadaan dimana kadar glukosa darah meningkat tetapi belum mencapai parameter untuk didiagnosis sebagai DM ( dimana kadar OGTT ≥140 mg/dl s/d ≤ 200 mg/dl dan kadar glukosa puasa (GDP) ≥110 mg/dl s/d ≤ 126 mg/dl )
2) Tes diagnostic
Untuk memastikan diagnostis DM pada individu dengan keluhan klinis khas DM atau mereka yang terjaring pada tes saring
Indikasi
· Polisuria ( banyak kencing )
· Polidipsia ( banyak minum )
· Polifagia ( banyak makan )
· Lemah
· Penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya
· Tes saring untuk GDS, GDP menunjukkan indikasi DM
· Tes urin glukosa/reduksi positif
· Adanya indikasi pada OGTT ( oral glukosa toleransi test )
3) Tes pengendalian
Tujuan : memantau keberhasilan pengobatan untuk mencegah terjadinya komplikasi kronik
Indikasi
· DM
· TGT
· GDPT
o Pada test saring
Metode :
· Kolorimetri
· Enzimatik kolorimetri : GOD-PAP
Pra analitik
· Persiapan pasien dan sampel
o GDS :
§ sampel di ambil sewaktu – waktu
o GDP :
§ pasien di puasakan 12 – 18 jam sebelum tes. Pemberian obat di hentikan
o GD2PP :
§ GDP, buka puasa ( 75 – 100 gr gula ) stelah 2 jam, darah di ambil
§ Pasien dianjurkan makan makanan yang mengandung 100 gram karbohidrat sebelum tes di lakukan.
o OGTT
§ Selama 3 hari sebelum tes, pasien di anjurkan makan makanan yang mengandung karbohidrat seperti biasa, tidak merokok, tidak minum kopi/alcohol
§ Sebelum tes di lakukan pasien puasa selama 10-16 jam
§ Sebelum dan selama tes di lakukan tidak di perbolehkan olahraga dan minum obat
§ Boleh membaca buku tetapi tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan emosi
§ Awasi kemungkinan terjadinya hipoglikemi ( lemah, gelisah, keringatan, haus dan lapar )
· Persiapan sampel
o Pengambilan sampel sebaiknya pagi hari
o Untuk tes saring sebaiknya dara vena
o Serum tidak keruh
o Tidak hemolisis
o Jika menunda sampel di simpan sebaiknya di simpan pada suhu 4oC stabil selama 10 hari.
Analitik
· Cara kerja
| | blanko | standar | sampel |
| reagen | 1000 ul | 1000 ul | 1000 ul |
| standar | - | 20 ul | - |
| sampel | - | - | 20 ul |
Campur dan inkubasi selama 10 menit pada suhu kamar, pembacaan pada panjang gelombang 540 nm
Perhitungan
C =100 x mg/dl
C =5.55 x mg/dl
Nilai normal
Pada manual : whole blood : 70 – 100 mg/dl atau 3,9 – 5,6 mmol/L
Serum/plasma : 75 – 115 mg/dl atau 4,2 – 6,4 mmol/L
| Tes | Bukan DM | indikasi DM | DM |
| GDS · vena · kapiler | <110 <90 | 110 – 199 90 – 199 | ≥200 ≥200 |
| GDP · vena · kapiler | <100 <90 | 110 – 125 90 – 109 | ≥126 ≥110 |
| GD2PP · vena · kapiler | <140 <120 | 140 – 200 120 – 200 | >200 >200 |
| OGTT · vena | <140 | 140 - 200 | >200 |
Pasca Analitik
· meningkat : Diabetes mellitus
· menurun : factor keganasan : kanker hati, kanker beta pancreas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar